PM-AAS Terus Dikawal, Kepala BRMP Jawa Barat Pantau Pertanaman di Sentra Padi Indramayu
Indramayu – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat, Dr. Detia Tri Yunandar, terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pertanaman Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada 1 Juli 2026. Monitoring pada lahan seluas 100 hektare ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal serta penerapan mekanisasi dan teknologi pertanian modern mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan.
Pemantauan difokuskan pada kondisi pertanaman, penerapan teknologi budidaya, serta identifikasi berbagai kendala di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti melalui pendampingan teknis. Dalam pelaksanaannya, Program PM-AAS menerapkan metode Tabela (Tanam Benih Langsung), yaitu sistem budidaya padi dengan menanam benih secara langsung di lahan tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam. Metode ini dinilai lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerja, mempercepat waktu tanam, menghemat biaya produksi, serta mendukung penerapan mekanisasi pertanian modern.
Program PM-AAS merupakan salah satu strategi Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, dan sistem budidaya yang lebih efisien. Sebagai salah satu sentra produksi padi nasional, Kabupaten Indramayu memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan produksi beras. Melalui monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan, BRMP Jawa Barat berkomitmen mengawal keberhasilan pelaksanaan PM-AAS agar mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.